Jumat, 19 Juni 2015

Puasa pertama berbadan dua

Dear bayi kecil dlm perut.
Hari ini terima kasih atas perjuanganmu berpuasa.. calon ibumu ini amat sangat bangga atas usahamu hari ini.

Terima kasih telah tetap menendang meskipun pasukan makananmu berkurang hari ini

Terima kasih tetap membangunkan ibu saat kantuk tiba, dan terus mengingatkan utk mengaji dan salat sunah

Ibu tdk tau apa nnti bs mendidikmu dgn baik, tp yg pasti ibu berjanji akan memberikan yg terbaik utk kehidupanmu..

#23weekspregnancy

Jumat, 13 Maret 2015

14 maret 2015

Naluri seorang perempuan adalah menjadi ibu yg baik utk keluarganya. Mendedikasikan seluruh waktuutk keluarga.
Sobeing a mom 24 hours is my dream..

Until he said "akan lbh baik klo kamu kerja, klo aku kenapa2 kamu bs mandiri"

Jumat, 20 Februari 2015

Finally, We found you!!

Hari ini tentu akan menjadi salah satu hari bersejarah dlm hidup ku, dan keluarga kecilku.. Alhamdulillah akhirnya kesempatan dan amanah ini pun diberikan. 5 minggu 6 hari, itulah umurmu kini. Terima kasih Allah, sampai saat ini kau berikan semuanya tepat pada waktunya. Rumah baru kami memang terlalu besar jika hanya kami tinggali berdua saja.. semoga secercah harapan ini bs membuat rumah kecil kami lebih ramai, hanya tinggal 7 bulan 2 minggu lg maka tangis kecilnya akan menjadi nyanyian merdu di rumah ini. Hasil hari ini, akan menjadi hadiah terindah ulang tahun pertama pernikahan kami, 1 maret mendatang..

Aku masih jauh dr umatmu yg berbakti, msh jauh untuk menjadi bagian hambamu yg taat.. sekeras apapun ku berusaha, tp selalu jalan yg berdosa ku pilih... Jujur, ak malu atas semua nikmat yg kau berikan.. begitu besar ya Tuhan, sampai tak bs ku hitung lg..

Dan kini, meski jalan keimananku msh belum bergerak jauh, kau percayakan aku untuk merasakan peran seorang ibu.. kini ada satu hal yg akan ku jaga sepenuh hati, kurawat sampai mati, titipan kecil berukuran 2mm yg kini ada diperutku..

Tuhan, kuatkanlah aku, berikan kemudahan untuk jalan hidupku ini. Aku akan berusaha menjadi ibu terbaik bagi calon anakku. Hey, baby.. finally we found you!! :)

Jumat, 02 Januari 2015

Welcome 2015 - homesweethome

Hari kedua ditahun 2015 diisi dengan leyeh2 dirumah. Setidaknya goal liburan sdh terlaksana : bercocok tanam di taman baru. Yeaaay!! Finally bs punya taman sendiri meskipun ga besar.

Sejujurnya taman ini belum 100% sesuai harapan, tp apa daya msh dikerjakan bertahap mengingat pendanaan yg seadanya. Dulu awalnya pngn ada kolam air mancur kecil di taman ini, tp mengingat sang suami ga mau bertanggung jawab akan si kolam, jd ak menyerah menghilangkan mimpi itu drpada tiap minggu hrus nguras kolam.

Rasanya rumah ini adalah hadiah terindah utk mengawali awal tahun 2015. Kami membeli rumah ini di bulan desember 2013, namun belum langsung kami tempati krn memang rumah ini dlm kondisi tdk layak (rusak), jd sementara kami menginap di rumah kontrakan yg tdk jauh dr rmh ini.

Kisah pembelian rumah ini jg ga kalah serunya dibandingkan serial ftv, ceritanya dimulai saat niatan saya dan suami (saat itu msh pacar) utk mencari rumah tinggal yg tepat utk kami berdua. Kami mencarinya di area pamulang, cinere, smpe ke serpong. Krn wktu itu di komplek kami ini kisaran harga rumah sudah ckup mahal, dan apa daya kami tdk mampu secara ekonomi.

Sampai suatu hari, pemilik rumah yg berada di samping rmh mamaku bertandang utk bermain. Awalnya dia hanya berniat utk melihat rumah nya yg berjarak 2 rmh dr mamaku, rumahnya sudah 10thn tdk dihuni, dan sudah rusak. Tp saya berpikir, tetangga saya ini rumahnya banyak, jd tdk mngkin dia butuh uang smpe akan menjual rmh tsb.

Tapi Tuhan punya rencana lain, tiba2 dlm kunjungannya tsb dia menanyakan apakah keluarga mama saya sdng mencari rmh? Krn kebetulan beliau ingin menjual rumahnya tsb sejak 1 thn yg lalu. Mama saya pun kaget, kenapa info rmh tsb dijual tdk sampai ke mama saya. Trnyata pemilik rmh tersebut sdh memasarkan rumahnya melalui salah satu tetangga kami yg lain. Kami pun berkesimpulan bahwa tetangga ini sengaja menyimpan info tsb krn menginginkan rmh ini namun belum bs membelinya.

Yaaa, kembali lg, klo sdh rezeki akan selalu ada jalan. Seperti kisah kami ini, sejauh apapun kami mencari rmh, sebaik apapun info rumah tsb dijual disimpan oleh tetangga kami, rumah tersebut tetap menjadi milik kami. Dan satu hal lg, rumah tsb dpt kami beli dgn harga yg miring. Rumah kami beralamat di Pondok Safari Indah No.2, dan mama saya bertempat tinggal di Pondok Safari Indah No.4.

Setelah dibeli, kami br bs merenovasi rmh ini dibulan september 2014. Dan akhirnya setelah 2 bulan rumah ini pun selesai diperbaiki. Dan malam pertama kami menginap disini pun pada tgl 26 desember 2014. Rasanya nikmaaaaat sekali tidur disini, meskipun dgn perabotan seadanya.

Yang membuat saya bahagia lg adalah, kami membeli rumah ini tdk melalui KPR bank yg berpuluh2 tahun. Kami membelinya dgn tabungan kami yg terkuras habis serta tambahan pinjaman uang dr kakak yg akan selesai trbayarkan 2 thn lagi. Ditambah dengan pinjaman hutang utk merenovasi yg akan lunas dlm 3 thn di saat yg bersamaan, sehingga dihitung2 kami bs memiliki rmh cukup dalam wktu 5 tahun saja. Dipotong satu tahun yg sdh lewat, maka kami harus menyicil 4 tahun kedepan lagi. Inilah yg akhirnya membuat perekonomian keluarga kami cukup berhemat dlm 4 thn kedepan, dlm sebulan cicilan yg hrus kami bayar bs mencapai 9.4jt

Tapi selalu ada jalan menuju roma, meskipun jalannya terjang tp suatu saat pasti akan indah. Terima kasih tertuju pada suamiku tercinta yg berusaha keras mewujudkan istana kecil kami ini. Peluhnya, keringatnya akan terpatri di setiap dinding rmh kami. Doakan agar ak bisa menjadi istri yg berbakti kepada dirimu ya mas :*

This year has been a crazy roller coaster ride for us, the ups and down, high and low. But I dont want it any other way.. happy new year for all of you guys....

Senin, 22 Desember 2014

Bahagia itu Sesederhana : Bersyukur

Saat posting ini, ak sengaja sambil mendengarkan lagu afgan : cinta tanpa syarat. Yup, malam tadi ak belajar satu hal lg darimu..

Seorang suami yg mencintai diriku tulus tanpa syarat. Mas, semakin ak bersyukur memilikimu ak semakin menyadari bahwa betapa bahagianya diriku.

Cerita melow ini berawal dr kisah rusaknya jam tangan yg sudah hampir 5 thn menemani kegiatan ku. Tanpa diduga2 jam tangan itu rusak tdk bergerak lg sejak 2 minggu lalu. Tp krn memang kondisi keuangan menipis, jam tsb hnya bs disimpan rapi dlm almari. Dan sampailah pd tgl 17 des, dimana uang bonus mu keluar, aku pun meminta tolong kamu utk memperbaiki jam tsb.

Setelah terpending belum smpat jg kamu kerjakan, kemarin akhirnya kamu membawa jam tsb ke tukang reparasi. Dan saat malam kita bertemu, kamu pun menceritakan bahwa jam tsb sdh tdk bs diperbaiki lagi. Saat cerita itu keluar, sebetulnya ak berpikir ini memang sdh saatnya jam tsb beristirahat. Namun tiba2 hati dan pikiran ini jd berkecamuk.

Rasa penyesalan dan ego pun timbul mengalahkan perasaan cintaku dlm sesaat tsb. Yaaa, penyesalan bahwa ak tdk memiliki uang yg memadai utk membeli jam yg baru, krn br beberapa hr yg lalu semua bonus dan gajiku sdh habis kuberikan utk kebutuhan rumah tangga kita. Ak membayangkan mngkin br tahun depan ak bs kembali memiliki jam tangan. Rasa sedih itu pun membuatku merasa apa ini hidup yg hrus kujalani.. kenapa kaki ini terasa agak berat utk melangkah dlm kehidupan, berat utk menghentikan air mata yg seketika turun saat perjalanan di motor malam itu.. ak hanya berusaha mencerna semua rasa itu dlm diam.

Sesampainya dirumahpun, ak tak bs menatap dirimu krn ak sdng menata hati utk tdk membuatmu jg sedih akan perasaan berkecamuk yg kurasakan. Tapi, tiba2 kamu peluk aku, kamu pun berkata "kamu jgn marahya, jgn kesal atau malu. Coba liat didepan tv" seketika ak menangis melihat sebuah kartu dan jam tangan manis siap utk dipakai.

Jam tangan sederhana, yg memang bukan merk asli. Tp cukup manis dan tdk terlihat murahan. Trnyata suamiku membelikan sebuah jam dgn cara mengurangi budget service motornya bulan ini.

Dalam kartu pun ditulis, "sewaktu saat nanti aku janji akan kasih yang lebih baik lagi".. Mas, meskipun saat ini kita dlm masa yg sulit, tp ak tetap akan mencintaimu..

Seperti lagu afgan yg saat ini msh mengalun..

"Aku belajar mencintaimu, mencintai tanpa syarat apapun
Meski kau yg tersulit utk ku
Tapi ak tak ragu

Kini kita sudah semakin jauh
Bahkan sulit utk kembali
Ku beri semua yg ada padaku
Tanpa syarat apapun

Ku ingin selalu ada di hatimu
Aku lelaki yang tak bisa mudah menggantimu

Meski aku tahu, akan kelemahanmu
Ku takukan lari, karena cintaku sempurna"

Mas, ak masih jauh dr istri yg sempurna.. tapi kamu tetap terus bersabar dan tak pernah lari.. sekarang ak semakin yakin krn memang cintamu itu... sempurna.

Terima kasih suamiku

Jumat, 05 Desember 2014

Keluhkesah : 5 Des 2014

Saat kita ingin dimengerti, kadang ada saatnya jg kita belajar utk mengerti.

Lalu apa yg hrus dilakukan jika dua hal itu dtng disaat yg bersamaan? Mungkin jawabnya dilihat skala prioritas, dan urgensitas.

Bagaimana juga jika ego timbul disaat itu dan rasa mengalah tenggelam dgn rasa lelah yg ada?  Mungkin jawabannya hanyalah : "Diam"

Yup, saatnya berkeluhkesah.. tgl 5 des, tepat di penghujung minggu, weekend already coming tp justru rusak krn pembahasan diatas.

Singkat cerita, hr ini kondisi jakarta diberikan hujan merata sehingga menimbulkan beberapa asumsi2 bagi saya si anak angkutanumum :
1. Jaringan kereta kemungkinan gangguan krn genangan air dimana2
2. Lalu lintas busway pasti padat gila, weekend plus hujan
3. Pagi ini mas indra parkir mobil dearea pulang malem. Jd sudah psti dia akan pulang utk wktu yg tdk ditentukan.

So, akhirnya tercetuslah ide agar sang suami menjemput kekantor (iya pulogadung-tbsimatupang-Bintaro) awalnya agak ga tega jg, namun apa daya saat itu memang solusi trbaik memang pulang naik motor dan dijemput.

Akhirnya perjalanan panjang sang suamiku pun dimulai, dr mulai kehujanan, dan parkir ditengah kemacetan sudirman. Suamiku sebetulnya tdk pernah mengeluh sepanjang perjalanan yg hrus ditempuh dlm wktu total 3 jam itu.

Sesampainya dirumahpun, dia msh terlihat santai meskipun langsung merebahkan badan duduk didepan tv.

Naah, sampailah kita pd puncak cerita kali ini : siang ini, ak memang sengaja membelikan  baju kemeja baru utk suamiku. Sehabis Ia solat isya dirumah kami, ak langsung bercerita mengenai keberadaan kemeja baru ini.. ternyata responnya hanyalah : "besok ajaya liatnya, ak mau tidur dl kena hujan td mngkin"

Whaaaaaaaaaaat???? Bhkan kemeja itupun dilihat pun engga. Awalnya berusaha menerima bhwa dia mngkin benar2 lelah. Tp ada perasaan menggelitik di dada : baru satu hr dia ke pulogadung sdh tepar, lalu bagaimana ak yg tiap hr pulang kereta berdiri 2 jam, lalu msh menyempatkan diri utk memasak malamnya, bersih2 rmh, mempersiapkan menu utk besok pagi...

Ya kembali lg kepembahasan pertama postingan ini, ak hanya bisa DIAM.

Nite all

Kamis, 27 November 2014

Menikah = Setia ?

Sudah seharusnya memang aku bersyukur atas apa yg kumiliki saat ini.
Pekerjaan yang matang, 
Keluarga yang siap mengulurkan tangan,
Suamiku yang selalu menerimaku dengan lapang.

Tapi memang Tuhan akan menguji seseorang, dikarenakan Ia memang sayang terhadap makhluknya ini.

Untuk ujian yang satu ini, ak memang agak bingung harus menyikapinya. 

Jika ditanya betapa aku mencintai suamiku, maka jawabannya adalah melebihi dunia dan seisinya. Begitu banyak pengorbanannya utk kebahagian keluarga kami. Meskipun kini kami hanya berdua, tapi ia sudah mempersiapkan kesejahteraan untuk keluarga kecil kami nanti.

Namun, ada satu yg mengganjal perasaanku kini. Jika diceritakan dari awal, ak akan memulainya dengan menceritakan mengenai diriku sendiri. Aku termasuk orang yang extrovert, dan ekspresif karena itu aku mudah dekat dengan orang baru. Aku bisa menceritakan banyak hal dan berbagi banyak cerita dengan seseorang yang memang memiliki "klik" yang sama denganku.

Begitulah awal mula cerita ini berlanjut. Dikantorku yang baru ini, kadang aku diharuskan untuk bepergian mengunjungi beberapa kebun di luar pulau jawa. Didalam perjalanan dinas itu, kadang signal memang susah utk didapat yang menyebabkan aku sulit utk berkomunikasi dengan suamiku dirumah. Selain itu, suamiku termasuk type yang sedikit bicara, dia hanya akan bertanya jikalau ia anggap perlu saja.

Untuk itu, dimulailah aku merasakan ada kedekatan yang mulai nyaman dengan rekan ku yang juga bersama dalam perjalanan dinas ini. hingga akhirnya kami dekat dan berbagi banyak cerita dimana kami memiliki banyak kesamaan.

Namun memang saat kita sudah berkomitmen dengan sebuah pernikahan, kita tidak lagi hanya bisa memikirkan perasaan kita seorang saja. Jujur perasaanku saat ini nyaman, dan bahagia. tapi aku kembali memikirkan bagaimana nanti perasaan suamiku.

Menikah memang suatu hal yang akan mengubah kehidupan kita, tidak bisa lagi egois dan mau menangnya sendiri. Menikah mengharuskan kita utk setia kepada satu hati yang telah kita janjikan didepan Tuhan dan keluarga.

Semoga saja usahaku utk terus setia bisa berbuah manis